Do’a Mohon Keturunan Yang Baik Rabbi la tadzarnii fardan wa anta khairul waritsin

Posted: January 19, 2012 in TIPS-TIPS PERNIKAHAN

Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah Waris yang paling baik“.

Al Qur’an mengisahkan, bahwa do’a di atas diantaranya dipanjatkan oleh Nabi Zakaria ‘Alaihis Salam pada usianya yang lanjut. Ketika tulang-tulangnya telah rapuh dan rambutnya semakin memutih, Zakaria memanjatkan do’a kepada Allah untuk mendapatkan keturunan, sehingga merasa khawatir tidak akan ada yang meneruskan perjuangan dakwahnya.

Di sisi lain ia merasa pesimis atas terkabulnya do’a yang dipanjatkan, mengingat usianya telah udzur. Maka kemudian ia mengatakan : “Dan Engkaulah Waris yang paling baik”. Sebagai ungkapan pasrah kepada Allah bilamana do’anya tidak dikabulkan. Penyerahan seperti ini adalah bagian dari etika berdo’a yang selalu dilakukan oleh para Nabi, sehingga kemudian do’anya dikabulkan Allah.

Allah Maha Tahu atas keprihatinan hamba-Nya. Lalu do’a Zakaria pun dikabulkan. “Maka kemudian Kami mengabulkan do’a Zakaria, dan Kami anugerahkan kepadanya seorang anak bernama Yahya, dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan perbuatan yang baik. Dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas, serta mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami“. (QS. Al Anbiya’ : 90)

Nabi Zakaria senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah untuk mendapatkan keturunan yang baik sebagai pelanjut perjuangannya. Disamping membaca do’a di atas Nabi Zakaria juga memanjatkan do’a :

Rabbi hablii min ladunka dzurriyatan thayyibatan innaka sami’ud du’a-i.

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar do’a”. (QS. Ali Imran : 38).

Allah pun kemudian mengabulkan do’a Zakaria, sedang ia tengah berdiri shalat di Mihrab. “Sungguh Allah telah memberikan khabar gembira kepadamu dengan kelahiran seorang putera bernama Yahya, yang membenarkan kalimat yang datang dari Allah, menjadi ikutan menahan diri dari pengaruh hawa nafsu, dan seorang Nabi dari keturunan orang-orang shaleh“.

Lalu Zakaria berikata : “Ya Tuhanku, bagaimana aku bias mendapatkan anak sedangkan aku sudah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul?“. Allah berfirman : “Demikianlah, allah berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya“. Zakaria berkata : “Berilah aku suatu tanda bahwa istriku telah mengandung“. Allah berfirman : “Tandanya adalah kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari“. (QS. Ali Imran : 39-40).

Do’a di atas baik sekali dibaca oleh orang yang lama belum dikaruniai anak, agar segera mendapatkannya. Dan tidak kalah baiknya pula dibaca oleh setiap muslim agar mendapatkan keturunan yang shaleh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s