Di tengah makin banyaknya kebutuhan hidup yang harus kita penuhi, tentunya kita juga menginginkan momen terindah dalam perjalanan hidup ini akan bisa terkenang selamanya, baik oleh pasangan maupun para tamu yang akan hadir.

Tapi bukan berarti seluruh sumber daya finansial yang dimiliki dihabiskan hanya untuk sebuah acara pernikahan saja. Karena masih banyak pengeluaran lain setelah itu yang sebaiknya diprioritaskan. Seperti untuk membeli rumah dan kendaraan sendiri, serta dana pendidikan anak-anak nanti tentunya. Yang perlu dikhawatirkan oleh seseorang yang siap menikah bukanlah biaya untuk acara pernikahannya, melainkan biaya hidup setelah itu untuk bisa mandiri. Untuk bisa mendapatkan momen pernikahan yang indah, tidak harus dilakukan dengan mewah. Triknya adalah dengan mengantisipasi beberapa faktor yang sangat menentukan besar kecilnya biaya yang diperlukan. Di rumah atau sewa gedung? Kalau tidak mau repot, memang akan lebih baik kalau pernikahannya diadakan di gedung saja. Namun tentunya akan ada konsekuensi dari segi biaya. Yaitu adanya pos pengeluaran untuk membayar sewa gedung. Maka bisa jadi harga sewa gedung bisa menjadi pertimbangan utama dalam memilih gedung yang akan digunakan. Jangan sampai anggaran pernikahan Anda tersedot habis untuk biaya sewa gedung, karena masih banyak pengeluaran lain yang juga tidak kalah besarnya. Tapi jangan terkecoh dengan iklan biaya sewa gedung yang murah, tanyakan dulu fasilitas apa saja yang sudah termasuk dalam harga tersebut. Apakah sudah termasuk kursi dan lainnya. Lalu apakah ada tambahan untuk perizinan, listrik dan sebagainya. Dan ingat, biaya yang akan dikeluarkan bukan cuma untuk menyewa gedung saja melainkan juga untuk sarana pendukungnya seperti katering, dekorasi, dokumentasi dan sebagainya. Mau tidak mau Anda akan diminta untuk menggunakan katering atau dekorasi dari rekanan gedung tersebut. Tentunya harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan harga di luar, bisa jadi pengelola gedung memasang standar harga yang relatif murah untuk sewa gedungnya tapi mematok harga yang cukup mahal untuk kateringnya. Jadi untuk membandingkan mana yang lebih murah, hitung biaya sewa, katering, dekorasi dan biaya tambahan lainnya juga.

Selain itu, cermati juga kapasitas gedungnya. Tentunya Anda tidak ingin tamu undangan Anda berdesak-desakan karena gedungnya terlalu kecil. Pilih gedung yang memang bisa menampung undangan sebanyak yang direncanakan, tapi jangan juga memilih gedung yang terlalu besar. Selain biayanya lebih mahal, acaranya juga bisa terkesan sepi karena ruangannya terlihat kosong. Bukan cuma ukuran ruangannya lho yang harus dilihat, cermati juga kapasitas tempat parkiranya agar tidak menggangu lingkungan sekitar. Survey langsung dan lihat seberapa banyak kira-kira daya tampung tempat duduk, orang berdiri, dan parkirannya. Dengan anggaran terbatas, akan lebih ekonomis mengadakan acara pernikahannya di rumah saja. Memang sih, Anda akan lebih repot, tapi penghematannya juga bisa lumayan besar. Malah bisa jadi penentuan tempat di rumah atau di gedung adalah faktor pertama yang menentukan besar atau tidaknya biaya yang diperlukan. Apalagi kalau Anda punya keluarga besar yang bisa dengan senang hati membantu, kenapa tidak minta tolong saja kepada mereka. Saya percaya mereka tidak akan keberatan. Malah akan menjadi kebahagiaan mereka juga untuk bisa ikut berpartisipasi dalam acara pernikahan Anda.

Jumlah Undangan Selain masalah gedung, faktor kedua yang paling penting untuk menentukan besar kecilnya biaya pernikahan adalah jumlah tamu yang diundang. Bukan cuma biaya cetak undangan saja yang diperhitungkan, jumlah tamu yang diundang juga akan mempengaruhi kapasitas gedung yang harus disewa, banyaknya makanan yang dipesan dan sebagainya.Tentunya tidak mungkin mengadakan pesta kecil-kecilan saja sedangkan Anda mengundang begitu banyak orang. Dan menjadi mubazir juga kalau mengadakan acara besar hanya untuk sedikit orang yang diundang. Acara pernikahan bukan cuma acaranya pasangan pengantin, tapi juga acara bagi kedua keluarga besar besan. Jangan lupa untuk menghitung jumlah yang akan diundang oleh pihak pengantin laki-laki, pengantin perempuan, dan kedua keluarga besan. Pastikan Anda sudah punya perkiraan jumlah undangan sebelum mencetak undangan dan memesan gedung. Akan lebih baik lagi kalau daftar namanya pun sudah siap.

Wedding Organizer Terkadang untuk menyiapkan sendiri teknis acara pernikahan, akan menghabiskan banyak waktu dan perhatian. Padahal, masih banyak hal lain yang perlu disiapkan menghadapi hari H. Dan tentunya akan lebih merepotkan lagi kalau belum pernah menjadi panitia acara pernikahan sebelumnya,. Kalau mau praktis, Anda bisa memanfaatkan jasa wedding organizer. Bukan cuma acara di gedung saja, wedding organizer pun bisa membantu Anda untuk menyiapkan acara pernikahan yang diadakan di rumah. Memang akan ada tambahan dari segi biaya, tapi kalau pekerjaan yang mereka lakukan bisa banyak membantu Anda, rasanya tidak mengapa keluar lebih banyak uang untuk sesuatu yang memang berharga. Dan bukan tidak mungkin kalau total biaya yang harus dikeluarkan justru bisa dihemat. Karena mereka lebih berpengalaman, bisa jadi mereka sudah punya langganan yang bisa memberikan diskon atau punya konsep dekorasi yang bagus tapi tidak mahal. Lebih praktis dengan sistem paket Sebagian dari Anda mungkin merencanakan acara pernikahan dengan batasan anggaran. Artinya, Anda tidak mau pusing-pusing menghitung biaya yang harus dikeluarkan per item seperti undangan, dekorasi, gedung, katering, dan sebagainya. Sama dengan ketika memesan makanan di restoran fast food, daripada pusing memilih menu, pilih saja paket yang sudah ada. Yang menyediakan sistem paket ini biasanya selain wedding organizer juga hotel dan pengelola gedung. Harganya juga bervariasi, mulai dari 5 juta untuk yang sederhana sampai yang ratusan juta rupiah juga ada. Anda bisa memilih paket yang sudah tetap harganya. Atau bisa juga paket yang dihitung per orang. Untuk paket yang sudah tetap harganya, Anda bisa memilih sesuai dengan batasan anggaran, namun tentunya harus rela untuk membatasi undangan sesuai dengan paketnya. Sedangkan untuk paket per orang, Anda bisa lebih fleksibel menentukan berapa jumlah tamu yang akan diundang. Sedangkan untuk paket yang dihitung per orang, Anda bisa lebih fleksibel menentukan berapa jumlah tamu yang akan diundang.

Tips Menghemat Biaya Pernikahan:

1. Gedung tak harus strategis Tujuan diadakannya acara pernikahan di gedung adalah untuk mendapatkan ruangan yang cukup besar menampung semua tamu dan tidak repot menyiapkannya. Tidak perlu gedung yang lokasinya sangat strategis agar tamu mudah menjangkaunya, karena tamu undangan memang sudah berniat untuk datang dimanapun lokasinya. Untuk menghemat biaya gedung, lokasinya mungkin tidak usah yang dipinggir jalan utama, yang penting mudah dicari dan aksesnya jalannya baik. Tidak usah juga gedung yang terlihat mewah karena toh nantinya juga akan didekor. Yang penting bisa menampung semua tamu undangan yang hadir. Bahkan kalau bisa, pilih gedung yang tidak komersil, dalam arti tidak disewakan secara khusus untuk mengadakan acara-acara tertentu. Mungkin Anda pernah menghadiri sebuah acara pernikahan di mesjid, gedung olah raga, atau mungkin balai warga di lingkungan rumahnya. Saya rasa tidak diterapkan tarif komersil untuk acara tersebut. Kalaupun harus membayar uang sewa, Anda tidak diharuskan memilih katering dan dekorasi dari rekanan pengelola yang tarifnya lebih mahal.
2. Di rumah pun bisa lebih indah Acara pernikahan yang baik tidak harus di tempat yang mewah, rumah sendiri pun bisa disulap menjadi tempat acara yang indah. Ingat, faktor pertama yang mempengaruhi besar atau kecilnya biaya adalah tempat. Pernikahan di rumah sendiri bisa menghemat banyak pos pengeluaran seperti untuk sewa tempat dan katering. Bahkan di rumah pun bisa lebih indah, tinggal bagaimana kita mengaturnya saja. Kalau punya halaman luas, Anda bisa memasang tenda tertutup yang bisa menampung banyak tamu. Memang akan lebih mahal daripada tenda biasa yang terbuka, tapi tentunya masih lebih murah daripada menyewa gedung.
3. Bijak memilah undangan Faktor kedua yang menentukan besar atau kecilnya biaya pernikahan adalah jumlah undangan. Kalau Anda dibatasi oleh kuota jumlah undangan, pilih dengan baik siapa saja yang akan diundang. Mulai dari yang terdekat, baru kemudian yang jauh. Dekat bisa dalam arti hubungan dan dekat dalam arti tempat tinggal. Kalau Anda mengadakan acara akad nikah dan resepsi yang terpisah, hal ini bisa menyiasati banyaknya tamu yang diundang. Undang kerabat, tetangga dan teman-teman di lingkungan sekitar untuk menghadiri acara akad nikah yang diadakan di rumah. Sedangkan sisanya yang tidak tinggal dekat dengan rumah bisa diundang untuk menghadiri resepsinya di gedung.
4. Variatif menghidangkan makanan Tidak perlu banyak-banyak memesan makanan, yang penting bervariasi. Daripada terlalu banyak menaruh makanan di meja prasmanan utama. Akan lebih baik membuat banyak tempat makanan kecil-kecil yang terpisah dengan hidangan yang berbeda-beda. Selain mengurangi antrian, para undangan juga tidak akan merasa kehabisan makanan karena bervariasinya hidangan.
5. Masih bisa didiskon Walaupun Anda memilih harga paket, tidak usah sungkan untuk minta diskon. Atau ketika memesan katering, walaupun harganya sudah jelas tertera di brosur, bukan berarti tidak bisa didiskon lho. Negosiasi saja dengan pengelola kateringnya untuk diberikan diskon. Dan perhatikan dengan baik kredibilitas pengelola katering, karena Anda tidak bisa betul-betul menghitung apakah porsi yang dihidangkan sesuai dengan pesanan.

Kehawatiran sebelum menikah terhadap pasangan hidupnya memang sering di hadapi oleh pasangan pengantin yang akan menikah, biasanya timbul pertanyaan dalam diri pengantin wanita apakah dia suami yang tepat untuk ku?, apakah aku siap untuk menghabiskan sisa umur ku untuk hidup bersamanya?, belum lagi belakangan ini banyak sekali rumah tangga para artis yang mengalami perceraian, tentunya akan mempengaruhi pandangan tiap orang terhadap pernikahan.
Apakah Dia Pasangan Yang Tepat Untuk Saya ?
Untuk menghadapi kehawatiran tersebut cobalah anda membuat daftar tentang kriteria suami yang idela menurut anda lalu cocokkan dengan pasangan anda apakah anda ideal menurut anda secara umum ya … setidaknya 50% lah, jika hal tersebut sudah terpenuhi maka dia layak untuk jadi suami anda, kenapa demikian? Anda harus ingat bahwa tidak ada yang sempurna jika menuruti semua kriteria anda, walau tak sepenuhnya terpenuhi, maka andalah yang akan menyempurnakannya.

Ketegangan Hari Pernikahan
Saat hari pernikahan tiba biasanya terjadi ketegangan dalam keluarga dan pasangan anda menjelang pernikahan, saat anda mengalaminya janganlah berfikiran buruk tentang hari pernikahan anda dan anda harus kontrol emosi anda juga buatlah pasangan anda senyaman mungkin agar semuanya tidak kacau, sikap perhatian dan pengertian akan lebih di butuhkan saat menghadapi hal terseut

Kebebasan Hilang Karena Tanggung Jawab Baru
Fikiran buruk tentang kehilangan kebebasan setelah menikah biasa muncul karena takut fans anda akan meninggalkan anda dan anda tak bisa mengeksplorasi keinginan anda seperti biasanya dan mungkin anda berfikiran belum siap menyandang status bahwa anda telah menikah, sebaiknya buang jauh-jauh fikiran buruk tersebut, ingatlah bahwa kebebasan yang selama ini anda nikmati itu tidak selamanya karena anda pun akan di tinggalkan oleh teman-teman anda akhirnya karena mereka jua akan menikah dan memiliki keluarga, dan yakinlah kini anda memiliki teman dalam hidup anda untuk selamanya yang akan menemani anda seumur hidup dan anda akan memiliki anak – anak yang akan mencintai anda dan menyayangi anda saat suka maupun duka, demikian tipsnya semoga bermanfaat untuk anda, temukan info menarik lainya seputar pernikahan

Kata-kata “And they live happily ever after” hanya ada di dongeng-dongeng putri yang akhirnya hidup bahagia bersama pangerannya. Di kehidupan nyata? Tidak semudah itu. Ada banyak tantangan yang tak akan berhenti datang di kehidupan pernikahan. Termasuk menghadapi pasangan.

Meski Anda dan dia sudah berpacaran bertahun-tahun, hal ini tidak menjamin akan kelanggengan dan kebahagiaan kehidupan pernikahan. Menurut Adriana S. Ginanjar, psikolog dari Universitas Indonesia dalam buku Mari Bicara, tantangan sering muncul dalam awal pernikahan. Masalah terumum adalah dalam penyesuaian diri terhadap peran baru sebagai suami dan istri. Bukan hal mudah, karena akan ada perbedaan dari kebiasaan sehari-hari, harapan terhadap pernikahan, cara berkomunikasi, serta nilai-nilai kehidupan.

Dalam film-film, sering dikatakan, kekuatan cinta akan mengalahkan segala rintangan. Namun di kenyataan, itu tidak akan cukup. Pasangan yang tak siap menghadapi adaptasi di awal pernikahan seringkali memandang konflik sebagai sinyal bahwa cinta telah padam dan pernikahan sudah di ambang kehancuran. Perbedaan yang dulu dipandang sebagai hal unik mulai menjadi biang keladi.

Adriana mengatakan, salah satu kunci keberhasilan penyesuaian diri adalah menyadari perbedaan di antara keduanya merupakan hal normal dan penting bagi pemenuhan kebutuhan masing-masing. Saat memilih pasangan di masa pacaran, pasti terjadi pemilihan kualitas yang tak Anda miliki agar merasa lebih penuh. Maka, supaya tidak memperbesar masalah, jangan lari dari hal itu, tetapi pegang dalam pikiran, bahwa tak akan terdapat kesamaan visi jika sama-sama bersikeras. Disarankan untuk sama-sama memperbesar toleransi dan penerimaan. Bila pasangan berusaha saling menerima perbedaan dan akhirnya menghargai keunikan masing-masing, maka pernikahan akan berjalan harmonis.

Inspirasi dan strategi beradaptasi di awal pernikahan dari buku Mari Bicara:

  • Proses adaptasi sebagai pasangan baru selalu diwarnai konflik dan perbedaan pendapat. Jangan memasang target tinggi, dan bersikaplah santai dalam menghadapi masalah.
  • Pikirkan dan selalu memusatkan pikiran pada hal positif pasangan. Kurangi membesarkan perbedaan apalagi mengubah pasangan supaya sesuai gambaran Anda.
  • Diskusikan pandangan dan nilai-nilai untuk menjalani pernikahan. Mulai dari tugas-tugas suami dan istri, rencana punya anak, pengelolaan keuangan, pengembangan karier, kehidupan beragama, juga hubungan dengan kerabat.
  • Jalin hubungan baik dengan keluarga pasangan. Ini dimaksudkan untuk lebih mengenal si dia lebih dalam.
  • Ungkapkan cinta pada pasangan lewat beragam hal. Dari kecupan, kata-kata, sentuhan, memberikan bantuan, dan kejutan kecil lain yang menyenangkan.
  • Hindari menjelek-jelekkan keluarga pasangan atau menantang untuk bercerai bila sedang terbawa emosi. Dua hal ini menimbulkan sakit hati mendalam.
  • Bersabarlah meski perbedaan dan prosesnya berat. Jangan lupa untuk menghargai usaha pasangan

Semua calon pengantin tentu ingin tampil sempurna di hari perkawinannya. Namun seringkali mereka salah melakukan perawatan atau persiapan, sehingga hasilnya justru membuat penampilan mereka di hari bersejarah itu kurang maksimal. Akibatnya bisa diduga, calon pengantin jadi stres dan tidak bisa menampilkan wajah gembira saat bersanding di pelaminan, sehingga pernikahan berjalan kurang lancar. Wah, sayang sekali ya.

Jika Anda sebentar lagi akan menikah, sebagai calon pengantin, Anda juga perlu menjaga hubungan Anda dengan pasangan,keluarga, teman-teman, serta team creative wedding organizer yang akan membantu persiapan resepsi perkawinan Anda. Tumpukan kekesalan yang terus dipendam, atau kelelahan akibat terlalu larut dalam persiapan akan tampak pada wajah Anda, meskipun wajah sudah dipulas dengan riasan tebal. Jangan biarkan hal itu merusak hari bahagia Anda. Intinya adalah bersikap pasrah, santai, dan percaya bahwa segalanya akan sukses.

Inilah hal-hal yang perlu Anda lakukan, dan harus Anda hindari saat menghadapi perkawinan:

Yang harus dilakukan..
* Melakukan perawatan facial setidaknya 6 bulan sebelum hari H. Hal ini perlu untuk mengangkat kulit-kulit mati dan komedo dan membuat kulit wajah Anda regenerasi sehingga wajah Anda nampak segar.

* Luluran atau scrub sejak 6 bulan sebelum hari H, dan lakukan secara rutin paling tidak sebulan sekali, agar hasilnya terlihat saat Anda mengenakan baju pengantin.

* Minum air putih sebanyak-banyaknya untuk menciptakan wajah cerah dan lembab. Selain itu, minum air putih juga bisa membuat kulit jadi nampak segar dan awet muda, risiko sakit kepala berkurang, dan menghindari dehidrasi.

* Gunakan pelembab bibir yang mengandung vitamin E beberapa hari sebelumnya untuk mencegah bibir pecah-pecah. Saat selesai menyikat gigi, gosok dengan lembut bibir Anda agar kulit yang pecah-pecah dapat dihilangkan.

* Untuk mengurangi mata sembab dan lingkaran hitam di bawah mata, oleskan krim mata dingin secara rutin seminggu sebelum hari H.

* Jika Anda ingin merapikan alis, lakukan setidaknya dua hari sebelum hari H untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan terburuk, seperti kemerahan, salah cabut, dan lainnya.

* Jika Anda penggemar ramuan herbal, ada baiknya Anda meminum rebusan daun sirih untuk mengurangi bau badan yang berasal dari dalam. Daun sirih mengandung zat yang dapat meminimalkan proses keluarnya keringat. Anda juga boleh makan daun kemangi minimal satu genggam sehari untuk menghilangkan bau badan akibat gangguan pencernaan, radang lambung, dan gas dalam usus.

* Lakukan diet bila Anda merasa perlu, tapi lakukan sebelum Anda mulai memesan kebaya atau gaun pengantin. Bila sudah mencapai berat yang diinginkan, jaga agar berat badan tidak naik atau turun hingga hari H. Bila akan ada perombakan mendadak pada gaun atau kebaya pengantin yang bisa membuat perubahan bentuk, bisa-bisa jahitannya tidak rapi.

* Sejak awal, sampaikan kepada keluarga atau wedding organizer bila ada konsep atau detail acara yang kurang sesuai keinginan. Jangan tunggu-tunggu sampai mendekati hari H.

* Bersantai dan istirahat sehari sebelum hari H untuk menenangkan pikiran dan mengumpulkan energi untuk hari H. Pijat di spa akan membuat tubuh dan pikiran Anda rileks. Anda juga bisa jalan-jalan sepagian bersama keluarga atau teman-teman dekat, misalnya makan siang bersama di luar atau nonton bioskop, tapi pastikan di sore hari Anda sudah ada di rumah. Soal dipingit? Ah, sudah tidak jaman lagi.

Yang jangan dilakukan..
* Memotong rambut menjelang hari H dengan model baru. Bukan apa-apa, kalau guntingan salah atau gagal, Anda tak punya waktu lagi untuk memperbaiki guntingan rambut. Anda tidak mau menjalani pernikahan Anda dalam keadaan tidak pede karena sedang mengalami bad hair day, bukan?

* Karena merasa sedang stres, Anda lalu mengambil waktu sehari atau dua hari ke daerah pantai, entah untuk berenang atau berpuas-puas berbelanja di pasar tradisional. Jangan kaget bila pada hari pernikahan kulit Anda masih gosong dan belum kembali ke warna aslinya.

* Melakukan facial sehari sebelum hari H, yang membuat muka Anda bengap atau kemerah-merahan. Facial dapat dilakukan paling tidak 2 minggu sebelum acara pernikahan Anda.

* Membiarkan diri Anda kesal atau marah kepada pasangan, keluarga, atau teman, hingga berlarut-larut. Ingat, kehidupan akan masih lanjut berjalan setelah hari pernikahan Anda. Setelah pernikahan selesai, Anda masih harus berhubungan dengan mereka, sehingga tak ada gunanya marah berkepanjangan dan merusak hubungan baik hanya karena hal-hal sepele pada persiapan pernikahan. Pada hari H, pastikan semua ganjalan di hati Anda sudah lenyap.

* Tidur terlalu larut pada malam sebelum hari pernikahan, hanya karena Anda senang keluarga Anda sedang berkumpul. Akibatnya esok hari wajah Anda tidak fresh dan ada lingkaran gelap di bawah mata.

* Memikirkan semua urusan yang belum beres sehari sebelum hari H. Serahkan saja semua urusan yang merepotkan pada keluarga atau wedding organizer. Percayalah bahwa mereka akan menyelesaikan semua persiapan dengan lancar.

* Mengingat-ingat kekurangan dari resepsi perkawinan Anda karena keluarga atau wedding organizer tidak bekerja dengan baik. Yang sudah lewat biarkan berlalu. Tidak akan ada gunanya bila Anda terus mengungkit-ungkitnya.

Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah Waris yang paling baik“.

Al Qur’an mengisahkan, bahwa do’a di atas diantaranya dipanjatkan oleh Nabi Zakaria ‘Alaihis Salam pada usianya yang lanjut. Ketika tulang-tulangnya telah rapuh dan rambutnya semakin memutih, Zakaria memanjatkan do’a kepada Allah untuk mendapatkan keturunan, sehingga merasa khawatir tidak akan ada yang meneruskan perjuangan dakwahnya.

Di sisi lain ia merasa pesimis atas terkabulnya do’a yang dipanjatkan, mengingat usianya telah udzur. Maka kemudian ia mengatakan : “Dan Engkaulah Waris yang paling baik”. Sebagai ungkapan pasrah kepada Allah bilamana do’anya tidak dikabulkan. Penyerahan seperti ini adalah bagian dari etika berdo’a yang selalu dilakukan oleh para Nabi, sehingga kemudian do’anya dikabulkan Allah.

Allah Maha Tahu atas keprihatinan hamba-Nya. Lalu do’a Zakaria pun dikabulkan. “Maka kemudian Kami mengabulkan do’a Zakaria, dan Kami anugerahkan kepadanya seorang anak bernama Yahya, dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan perbuatan yang baik. Dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas, serta mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami“. (QS. Al Anbiya’ : 90)

Nabi Zakaria senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah untuk mendapatkan keturunan yang baik sebagai pelanjut perjuangannya. Disamping membaca do’a di atas Nabi Zakaria juga memanjatkan do’a :

Rabbi hablii min ladunka dzurriyatan thayyibatan innaka sami’ud du’a-i.

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar do’a”. (QS. Ali Imran : 38).

Allah pun kemudian mengabulkan do’a Zakaria, sedang ia tengah berdiri shalat di Mihrab. “Sungguh Allah telah memberikan khabar gembira kepadamu dengan kelahiran seorang putera bernama Yahya, yang membenarkan kalimat yang datang dari Allah, menjadi ikutan menahan diri dari pengaruh hawa nafsu, dan seorang Nabi dari keturunan orang-orang shaleh“.

Lalu Zakaria berikata : “Ya Tuhanku, bagaimana aku bias mendapatkan anak sedangkan aku sudah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul?“. Allah berfirman : “Demikianlah, allah berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya“. Zakaria berkata : “Berilah aku suatu tanda bahwa istriku telah mengandung“. Allah berfirman : “Tandanya adalah kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari“. (QS. Ali Imran : 39-40).

Do’a di atas baik sekali dibaca oleh orang yang lama belum dikaruniai anak, agar segera mendapatkannya. Dan tidak kalah baiknya pula dibaca oleh setiap muslim agar mendapatkan keturunan yang shaleh.

Memasuki dunia baru bagi pasangan baru, atau lebih dikenal dengan pengantin baru memang merupakan suatu yang membahagiakan. Tetapi bukan berarti tanpa kesulitan. Dari pertama kali melangkah ke pelaminan, semuanya sudah akan terasa lain. Lepas dari ketergantungan terhadap orang tua, teman, saudara, untuk kemudian mencoba hidup bersama orang – yang mungkin – belum pernah kenal sebelumnya. Semua ini memerlukan persiapan khusus (walaupun sebelumnya sudah kenal), agar tidak terjebak dalam sebuah dilema rumah tangga yang dapat mendatangkan penyesalan di kemudian hari. Diantara persiapan yang harus dilakukan oleh pasangan baru yang akan mengarungi bahtera rumah tangga:

1. Persiapan Keilmuan.

Perkawinan tidak lepas dari ilmu, barangsiapa mengetahui ilmunya, maka ia dapatkan hikmah dan fungsi di kemudian hari. Hidup di bawah naungan pernikahan amatlah sederhana (tetapi bukan berarti gampang), sesederhana hidup membujang. Ketika seseorang merasa berat dengan hidup membujang begitupun dengan pernikahan, bukan saja sebagai halangan, bahkan menjadi beban dalam hidupnya. Dianatara bentuk keilmuan yang harus dilalui oleh pasangan; membaca buku-buku tentang perkawinan, rajin mengikuti seminar atau workshop perkawinan, dan bertanya kepada pasangan yang mampu berbagi pengalaman kehidupannya.

2. Persiapan Mental.

Perpindahan dari dunia remaja memasuki fase dewasa – di bawah naungan perkawinan – akan sangat berpengaruh terhadap psikologis, sehingga diperlukan persiapan mental dalam menyandang jabatan baru, sebagai ibu rumah tangga atau kepala rumah tangga. Kalaupun sekarang anda telah terlanjur menyandang predikat tersebut sebelum anda sempat berpikir sebelumnya, Anda belum terlambat. Anda bisa memulainya dari sekarang, menyiapkan mental anda lewat buku-buku bacaan tentang cara-cara berumah tangga, atau Anda dapat belajar dari orang-orang terdekat, yang dapat memberikan nasehat bagi rumah tangga anda

Mengenali Pasangan. Kalau dulu orang dekat anda adalah ibu, teman, atau saudara Anda yang telah Anda kenal sejak kecil, tetapi sekarang orang yang nomor satu bagi Anda adalah pasangan Anda. Walaupun pasangan Anda adalah orang yang telah Anda kenal sebelumnya, tetapi hal ini belumlah menjamin bahwa Anda telah benar-benar mengenal kepribadiannya. Keadaannya lain. Masa sebelumnya dengan lingkungan rumah tangga jauh berbeda. Apalagi jika pasangan Anda adalah orang yang belum pernah Anda kenal sebelumnya. Disini perlu adanya penyesuaian-penyesuaian. Anda harus mengenal lebih jauh pasangan Anda, segala kekurangan dan kelebihannya, untuk kemudian Anda pahami bagaimana sebaiknya Anda bersikap, tanpa harus mempersoalkan semuanya. Karena sesungguhnya bersama pasangan, Anda hidup dalam rumah tangga untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya, sehingga tercipta keharmonisan.

3. Menyusun Agenda Kegiatan.

Kesibukan Anda sebagai ibu rumah tangga atau kepala rumah tangga tentunya akan lebih banyak menyita waktu di banding ketika Anda masih sendiri. Hari-hari kemarin bisa saja Anda sempat mengikuti segala macam kegiatan yang Anda sukai kapan saja anda mau. Persoalannya sekarang adalah Anda tidak sendiri, kehadiran pasangan Anda disamping Anda tidak boleh Anda abaikan. Tetapi Anda tak perlu menarik diri dari aktifitas atau kegiatan yang Anda butuhkan. Anda dapat membuat agenda untuk efektifitas kerja, pilah dan pilih kegiatan apa yang sekiranya dapat Anda ikuti sesuai dengan waktu yang Anda miliki dengan tanpa mengganggu tugas sebagai ibu rumah tangga atau kepala rumah tangga.

4. Mempelajari Kesenangan Pasangan.

Perhatian-perhatian kecil akan mempunyai nilai tersendiri bagi pasangan Anda, apalagi di awal perkawinan. Anda dapat melakukannya dengan mempelajari kesenangan pasangan Anda, mulai dari selera makan, kebiasaan, hobi dan lainnya. Tidak menjadi masalah jika ternyata apa yang disenanginya tidak Anda senangi.

5. Adaptasi Lingkungan.

Lingkungan keluarga, famili dan masyarakat baru sudah pasti akan Anda hadapi. Anda harus bisa membawa diri untuk masuk dalam kebiasaan-kebiasaan (adat) yang ada di dalamnya. Kalau Anda siap menerima kehadiran pasangan, berarti pula Anda harus siap menerimanya bersama keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Awalnya mungkin akan terarasa asing, kaku, tapi semuanya akan terbiasa jika anda mau membuka diri untuk bergaul dengan mereka, mengikuti adat yang ada, walaupun anda kurang menyukainya. Sehingga akan terjalin keakraban antara anda dengan keluarga, famili dan lingkungan masyarakat yang baru. Karena hakekat pernikahan bukan perkawinan antara anda dan pasangan anda, tetapi, lebih luas lagi antara keluarga anda dan keluarga pasangan anda, antara desa anda dengan desa pasangan anda, antara bahasa anda dengan bahasa pasangan anda, antara kebiasaan (adat) anda dengan kebiasaan pasangan anda. Dst.

6. Menanamkan rasa saling percaya.

Tidak salah jika suatu saat anda merasa curiga dan cemburu. Tetapi harus anda ingat, faktor apa yang membuat anda cemburu dan seberapa besar porsinya. Tidak lucu jika anda melakukannya hanya dengan berdasar perasaan. Hal itu boleh saja untuk sekedar mengungkapkan rasa cinta, tetapi tidak baik juga kalau terlalu berlebihan. Sebaiknya anda menanamkan sikap saling percaya, sehingga anda akan merasa tenang, tidak diperbudak oleh perasaan sendiri. Yakinkan, bahwa pasangan anda adalah orang terbaik yang anda kenal, yang sangat anda cintai dan buktikan juga bahwa anda sangat membutuhkan kehadirannya, kemudian bersikaplah secara terbuka.

7. Musyawarah.

Persoalan-persoalan yang timbul dalam rumah tangga harus dihadapi secara dewasa. Upayakan dalam memecahkan persoalan anda mengajak pasangan anda untuk bermusyawarah. Demikian juga dalam mengatur perencanaan-perencanaan dalam rumah tangga, sekecil apapun masalah yang anda hadapi, semudah apapun rencana yang anda susun. Anda bisa memilih waktu-waktu yang tepat untuk saling tukar pikiran, bisa di saat santai, nonton atau dimana saja sekiranya pasangan anda sedang dalam keadaan bugar.

Menciptakan suasana Islami. Suasana Islami ini bisa anda bentuk melalui penataan ruang, gerak, tingkah laku keseharian anda dan lain-lain. Sholat berjama’ah bersama pasangan anda, ngaji bersama (tidak perlu setiap waktu, cukup habis maghrib atau shubuh), mendatangi majlis ta’lim bersama dan membuat kegiatan yang Islami dalam rumah tangga anda.

Nasehat Untuk Mempelai Perempuan

Posted: January 19, 2012 in Uncategorized

Nasehat Untuk Mempelai Perempuan.